Rangkaian pada gambar diatas adalah rangkaian Up Counter 4 Digit,
Latar belakang yang mendorong diciptakannya Up Counter adalah karena
rangkaian counter banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari
aplikasi sederhana penghitung botol di ban berjalan, display nomer
antrian di sebuah praktek dokter, display timer untuk lomba renang,
sampai yang agak rumit untuk menampilkan jumlah rotasi dalam satu menit
putaran mesin. Pada makalah ini, kami akan membahas rangkaian counter up tersebut
secara umum. Up Conter itu adalah Counter yang bisa menghitung naik
dan akan berulang bila tombol reset di tekan. Dalam percobaan ini kami
menggunakan seven segment untuk menampilkan display angka.
Berhitung
tidak terlepas dari sejarah kebudayaan karena manusia yang menggunakan
dan mengembangkan berhitung sebagai alat yang sangat penting bagi
kehidupan mereka. Sepanjang sejarah berhitung manusia telah menggunakan
berbagai alat bantu berhitung untuk mempermudah dan mempercepat proses perhitungan.Alat
bantu berhitung itu berawal dari yang paling sederhana, dari
menggunakan jari tangan sampai bantu berhitung seperti batu, butiran
Kristal,daftar hitung tongkat dan alat-alat lainnya yang bias digunakan
untuk berhitung. Seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan
ilmu pengetahuan maka akhirnya salah satu ilmuan menemukan bagaimana
caranya membuat mesin hitung.Sudah
banyak sekali macam-macam mesin hitung seperti kalkilator, stopwatch
dan lain-lain. Dan dari pemikiran tersebut tercipta sebuah gagasan untuk
membuat alat yang bernama Up Counter 4 Digit. Karena alat ini dapat
menghitung naik sampai di tekan tombol reset untuk mengulangnya.
Gambar Datasheet IC 4026
Gambar Datasheet seven segment common cathoda dan common anode
ALAT- ALAT YANG DIBUTUHKAN UNTUK PROYEK INI:
*PCB Polos*IC 4026: 4 BUAH
*DISPAY 7’SEGMENT COMMOND KATODE: 4 BUAH
*KAPASITOR NON POLAR 104: 5 BUAH
*KAPASITOR POLAR 104: 2 BUAH
*RESISTOR R1: 2K2
*RESISTOR R2: 1K2
ANALISA RANGKAIAN SECARA BLOK DIAGRAM
Pada rangkaian Up Counter 4 Digit ini, akan di jelaskan analisa rangkaian secara blok diagram.
Pada rangkaian Up Counter block diagram atau secara urutan skematik adalah sebagai berikut:
1.Activator
a. Tegangan sumber 6 volt membagi ke seluruh rangkaian (sebagai activator), atau pengaktiv seluruh rangkaian
2. Input
a. Clock di tekan untuk memasukan inputan ,reset juga termasuk
3. Proses
a. IC 4026 menghubungkan antara counter dengan seven segment.
4. Output
a. Berupa display angka pada seven segment.
LANGKAH-LANGKAH PENGOPERASIAN ALAT1.Activator
a. Tegangan sumber 6 volt membagi ke seluruh rangkaian (sebagai activator), atau pengaktiv seluruh rangkaian
2. Input
a. Clock di tekan untuk memasukan inputan ,reset juga termasuk
3. Proses
a. IC 4026 menghubungkan antara counter dengan seven segment.
4. Output
a. Berupa display angka pada seven segment.
Dari diagram diatas dapat di simpulkan cara Up Counter 4 Digit adalah sebagai berikut:
Di
dapatkan sumber tegangan yaitu 6 volt kemudian tegangan tersebut bekerja
sesuai dengan rangkaian dan komponen yang di butuhkan, kemudian
tegangan tersebut bekerja, kemudian clock tersebut akan bekerja jika
ditekan, setelah clock mendapat inputan barulah IC bekerja, setelah IC
bekerja display akan menunjukan angka.
Analisa Rangkaian Secara Detail
Rangkaian
Up Counter 4 Digit adalah pada saat Clock masuk ke PIN 1 IC 1 pada
counter satuan maka display 1 akan menampilkan angka 0 kemudian bila
kita menekan clock kembali display 1 akan menampilkan angka 1 dan
display 1 akan terus menampilkan angka sampai 9 dan kembali ke angka 0
bila kita terus menekan clock. Ini semua dikarenakan pada saat 7 Segment
Satuan menghitung sampai 9 kembali ke 0 maka Out Put dari PIN 5 IC 1
memicu PIN 1 IC 2 counter Puluhan kemudian display Puluhan akan mulai
menghitung dari 1 ke 9, kemudian setelah Puluhan menghitung sampai 9
kembali ke 0 kemudian Out Put dari PIN 5 IC 2 memicu PIN 1 IC 3 counter
ratusan kemudian display Ratusan akan mulai menghitung dari 1 ke 9.
Setelah counter ratusan menghitung sampai 9 dan kembali ke 0 kemudian
Out Put dari PIN 5 IC 3 memicu PIN 1 IC 4 counter Ribuan kemudian
display Ribuan akan menghitung 1 sampai 9,setelah itu kembali ke awal 0.
PIN 15 pada IC 4020 adalah sebagai RESET dalam merangkai semua kaki
tersebut dihubungkan semua, pada saat kaki 15 tersebut dihubungkan ke
VCC (6-12V) maka Out Put counter akan 0000 / Display 7 Segment akan 0.
Fungsi Resistor pada rangkaian ini adalah sebagai pembuang muatan atau
discharge ini dilakukan agar ripple yang terjadi tidak terlalu lama.
Kapasitor Polar pada rangkaian ini berfungsi untuk menghaluskan ripple
yang terjadi di clock dan reset. Hal ini dilakukan agar ripple yang
terbentuk bisa diperhalus. Lalu fungsi kapasitor Non Polar adalah untuk
mem-filter ripple atau menyaring tegangan ripple pada IC dan akan
dibuang melalui ground. Hal ini dilakukan agar ripple yang terjadi pada
IC bisa di perhalus.
Pada bab kami ini akan membahas penjelasan bagaimana cara pengoperasian alat UP COUNTER 4 DIGIT yang telah kami buat.
Untuk mengoperasian rangkaian yang kami buat maka diperlukan langkah- langkah berikut :
- Hubungan Jack pada kutup positif dan kutup negative yang terhubung positif pada tegangan VCC 6 volt dan negative pada Ground.
- Kemudian tekan clock untuk mendapatkan inputan.
- Setalah itu 7 Segment akan berfungsi dan Menghasilkan Output berupa display angka.
- Apabila kita menginginkan mengulang perhitungan dari angka 0 kembali kita tinggal menekan tombol Reset
Up
Counter 4 Digit merupakan suatu rangkaian logika yang berfungsi untuk
mencacah jumlah pulsa pada bagian input dan keluaran berupa digit
biner,dan pada rangkaian ini menggunakan 7 Segment sebagai Display
Ouput. Serta kita dapat me-resetnya bila kita ingin mengulaing
perhitungan.
SARAN
Dalam
pembuatan Layout rangkaian harus hati-hati dan harus lebih
teliti karena sering terjadi kesalahan dalam menempatkan komponen yang
akan di pasang. Terutama pada penempatan 7 Segment dan IC karena kita
menggunakan 4 buah IC dengan tipe 4026 ini memiliki enam belas buah pin.
Serta jika kita ingin merendam PCB dengan Ferikkrolit air yang
harus kita gunakan jangan menggunakan air yang terlalu panas karena jika
kita menggunakan air yang terlalu panas di khawatirkan Jalur tembaga
yang ada pada PCB akan terputus. Maka dari itu di sarankan untuk
menggunakan air yang hangat dan tidak terlalu panas.
Terima Kasih ,,,Semoga BermanfaatProyek ini saya kerjakan bersama Dimas Arya Saputra dan Dunung Resmintoko
gambar jalur rangkaian pada PCB
Gambar proyek setelah packing atau pengemasan
Sumber : Bagaskarawasan
0 komentar:
Posting Komentar